Yuk, Kenalan dengan Ethereum, Salah Satu Aset Kripto Nanovest!

Trading saham, jual beli aset kripto, transfer saldo, tarik saldo, kirim referral ke pengguna lain, semuanya bisa kamu lakukan di aplikasi Nanovest. Meski semuanya bisa dilakukan dalam satu aplikasi, namun saat berinvestasi di aplikasi ini kamu tidak perlu mengeluarkan uang banyak, loh. 

Sebab, saham luar negeri maupun aset kripto yang tersedia di aplikasi ini bisa kamu beli mulai dari harga Rp. 50.000 saja dan kamu sudah memiliki 0,01 saham. Bukan hanya itu saja, kamu juga bisa membeli saham luar negeri dan aset kripto sebanyak mungkin karena aplikasi satu ini menyediakan ratusan saham dan aset kripto. 

Salah satu yang terkenal yaitu Ethereum. Apakah itu? 

Pengertian Ethereum

Mengutip laman cnbcindonesia, Ethereum merupakan mata uang digital yang memiliki cryptocurrency-nya sendiri yang disebut dengan nama ether (ETH). Dalam penggunaannya, aset kripto satu ini biasanya menggunakan jaringan peer to peer dan menjadi platform software yang terdesentralisasi.

Uang digital yang digunakan umumnya memiliki fitur smart contract sehingga bisa dimanfaatkan untuk memastikan integritas di semua node. Biasanya, setiap kode di dalam satu node dieksekusi dengan cara yang sama pada semua node sehingga aset kripto satu ini bisa disebarkan ke berbagai aplikasi.

Yang lebih keren, aset kripto Ethereum ini bisa dipakai tanpa batas waktu (downtime), kontrol, penipuan, dan gangguan pihak ketiga sehingga sangat aman dan nyaman digunakan untuk tempat investasi.

Sejarah Kemunculan Ethereum

Ethereum diciptakan oleh seorang pemuda bernama Vitalik Buterin pada tahun 2013 silam. Awal mula terciptanya Ethereum ini karena pemuda keturunan Kanada Rusia ini tertarik pada sistem Blockchain. Yang mana, menurutnya, sistem pada Blockchain dapat menciptakan lingkungan yang sangat demokratis karena tidak ada satu pihak pun yang bisa mengendalikan bisnis, organisasi, mata uang, dan lainnya secara bersamaan.

Akhirnya, Buterin pun memutuskan untuk membangun Ethereum dan menyampaikan ide cemerlangnya ini pada organisasi Thiel Fellowship dan langsung mendapatkan dana sebesar 100.000 dolar AS. Bahkan, dalam tahap proses pengembangannya, Buterin juga berhasil mendapat dana sebesar 18 juta dolar AS lewat dana crowdfunding.

Barulah, di tahun 2015, Ethereum yang dibangun Buterin resmi dirilis ke publik dan berkembang pesat sampai sekarang. (source: glints)

Cara Kerja Ethereum

Cara kerja Ethereum yaitu menggunakan konsep transaksi terdesentralisasi atau decentralized application (DApps). Di mana, jika menggunakan aset kripto satu ini maka semua orang bisa menerbitkan smart contract miliknya dan mengirim transaksi. Pemakaiannya sendiri dianggap lebih murah karena diprogram tidak ada pengawasnya. Meskipun begitu, aset kripto ini tetap aman digunakan. 

Agar bisa diperjualbelikan, aset kripto ini harus melalui proses mining dan menambahkan transaksi ke blockchain agar semua orang bisa menyetujui semua rangkaian transaksinya.

Lantas, apakah kamu tertarik berinvestasi di Ethereum? Jika tertarik, yuk, beli langsung di Nanovest dengan harga mulai dari Rp5.000 saja. Selamat berinvestasi!

Posting Komentar

0 Komentar